pengaruh Persepsi Wajib Pajak Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi

Admin
Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi

Abstrak
Pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausal. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi hingga Agusuts 2015 yang berjumlah 72.902 orang. Sampel penelitian yang dipilih berjumlah 100 orang yang diambil dengan teknik insidental sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survey lapangan yaitu dengan membagikan kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tebing Tinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linier berganda. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan uji hipotesis serta uji kuesioner berupa uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan software IBM SPSS Statistics Version 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi. persepsi wajib pajak orang pribadi tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak orang pribadi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi.


BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah 
Pembangunan nasional merupakan kegiatan yang berlangsung terus 
menerus dan berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan 
kesejahteraan rakyat. Untuk merealisasikan tujuan tersebut perlu memperhatikan 
pembiayaan pembangunan yang disusun melalui Anggaran Pembiayaan Belanja 
Negara (APBN) yang dimana sumber terbesarnya ialah pajak. Pajak itu sendiri 
merupakan iuran wajib yang di pungut oleh pemerintah dari masyarakat yang 
tidak mendapatkan timbal balik secara langsung. 
Untuk meningkatkan penerimaan negara dalam sektor pajak mempunyai 
banyak kendala antara lain tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, 
dikarenakan wajib pajak berusaha untuk membayar pajak terhutangnya lebih kecil 
dari pada yang seharusnya dan juga masih banyak wajib pajak yang tidak 
melaporkan dan membayarkan kewajiban pajaknya (Rustiyaningsih, 2011). Hal 
itu disebabkan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dengan baik 
sehingga kurang memahami tentang pajak. Dapat dikatakan sebagai wajib pajak 
yang patuh apabila telah melakukan kewajiban perpajakannya, yaitu dengan 
melunasi dan melaporkan secara tepat waktu. Kepatuhan merupakan syarat agar 
penerimaan pajak meningkat (Rahman, 2011). Persepsi masyarakat tentang sanksi 
perpajakan, kesadaran wajib pajak terhadap pelaksanaan pajak adalah beberapa 
faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Agar peraturan 
perpajakan dipatuhi, maka harus ada sanksi perpajakan bagi para pelanggarnya. 
Wajib pajak akan memenuhi kewajiban perpajakannya bila memandang bahwa 


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar