Pengaruh Perspektif Positive Accounting Theory, Growth Opportunities dan Operating Cash Flow Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar di BEI Periode

Admin
Pengaruh Perspektif Positive Accounting Theory, Growth Opportunities dan Operating Cash Flow Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2013

Abstrak.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh perspektif positive accounting theory (kepemilikan manajerial, kepemilikan public, leverage, Firm Size, intensitas modal), Growth Oppurtunities dan operating cash flow secara parsial maupun simultan terhadap konservatisme akuntansi perusahaan jasa yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Populasi penelitian ini adalah perusahaan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Sampel yang diambil sebanyak 78 perusahaan, 16 diantaranya merupakan sampel yang memenuhi kriteria. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah purpose sampling. teknik analisis data dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepktif positive accounting theory (kepemilikan manajerial dan kepemilikan public) dan operating cash flow berpengarung negative secara parsial terhadap konservatisme akuntansi, sedangkan perspektif positive accounting theory (leverage, firm size, intensitas modal), growth oppurtunities berpengaruh positive secara parsial terhadap konservatisme akuntansi. Dan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan terhadap konservatisme akuntansi

BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Penelitian 
Laporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam 
mengelola sumber daya perusahaan. Di Indonesia, laporan keuangan harus disusun 
berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan 
Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan (SAK) memberikan kebebasan 
kepada setiap perusahaan dalam memilih metode akuntansi yang digunakan. Perusahaan 
memilih metode akuntansi sesuai dengan kondisinya. Untuk mengantisipasi perekonomian 
yang tidak stabil, maka perusahan harus berhati-hati dalam menyajikan laporan keuangan. 
Tindakan kehati-hatian tersebut diimplikasikan dengan mengakui biaya atau rugi yang 
memungkinkan akan terjadi, tetapi tidak segera mengakui pendapatan atau laba yang akan 
datang walaupun kemungkinan terjadinya besar (Suwardjono, 2005). Bertindak hati-hati di 
sini dapat dicontohkan melalui pemilihan metode depresiasi yang cenderung menghasilkan 
beban depresiasi yang nilainya besar. Dengan demikian, nilai laba yang dilaporkan pun akan 
menjadi lebih kecil. Pada masa sekarang ini, konservatisme dalam dunia akuntansi menjadi 
suatu perdebatan yang sengit. Alasannya adalah bahwa melalui konservatisme, karakteristik 
kualitatif informasi akuntansi menjadi diragukan dan kualitas laba pun menjadi dipertanyakan 
(Sutopo, 2007). 
Dalam upaya untuk menyempurnakan laporan keuangan tersebut lahirlah konsep 
konservatisme. Konsep ini mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan 
untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai 
yang tertinggi (Sari dan Adhariani, 2009). 
Salah satu prinsip yang dianut dalam proses pelaporan keuangan adalah prinsip 
konservatisme. Penggunaan prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar