Pengaruh Return On Asset (ROA) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Debt to Equity Ratio (DER) Pada Perusahaan Tekstil Yang Terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI)

Admin
Pengaruh Return On Asset (ROA) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Debt to Equity Ratio (DER) Pada Perusahaan Tekstil Yang Terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pasar modal di Indonesia dewasa ini berkembang dengan baik yang dapat
terlihat dari adanya 487 perusahaan yang telah go public pada akhir tahun 2013-
2014 dimana sebagian besar dari perusahaan go public tersebut menjadikan pasar 
modal sebagai suatu lembaga alternatif dalam menghimpun dana dari investor 
untuk pengembangan perusahaan ke depannya.

Salah satu instrumen keuangan pasar modal yang paling banyak digunakan
oleh perusahaan go public adalah saham. Saham merupakan selembar kertas yang
berisi tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan terbatas. Keuntungan yang dimiliki investor yang menanam
investasinya dalam bentuk saham dapat berupa capital gain (kenaikan harga
saham) dan dividen. Harga saham merupakan suatu nilai saham yang
mencerminkan kekayaan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut, dimana
perubahan harga saham ini banyak ditentukan oleh kekuatan penawaran dan
permintaan yang terjadi di pasar modal. Oleh karena itu dapat dikatakan juga
bahwa harga saham emiten menunjukkan nilai penyertaan investor dalam
perusahaan dan nilai perusahaan di mata masyarakat. Nilai suatu perusahaan dapat
diketahui dengan mengalikan harga saham emiten dengan jumlah lembar saham
yang telah diterbitkan emiten. Kekuatan permintaan dan penawaran di pasar
modal yang mempengaruhi perubahan harga saham disebabkan oleh beberapa

faktor eksternal seperti tingkat suku bunga, tingkat resiko, laju inflasi, kebijakan
pemerintah, keadaan makro ekonomi, politik keamanan suatu negara. Sedangkan
faktor internal yang berpengaruh terhadap kekuatan permintaan dan penawaran ini
adalah kinerja keuangan perusahaan bersangkutan.
Informasi keuangan haruslah akurat dan bebas dari salah saji agar dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi investor dalam menentukan pilihan
investasi. Contoh alat yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan
adalah analisis rasio keuangan. Melalui rasio-rasio keuangan ini, pemakai
informasi keuangan dapat mengetahui kondisi dan posisi keuangan perusahaan,
serta kinerja ekonomis perusahaan di masa depan. Kemudian dengan
mengasumsikan investor adalah pelaku yang rasional, maka aspek fundamental
akan menjadi dasar penilaian yang sangat berharga. Hal ini didasarkan pada
argumen bahwa nilai keseluruhan saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya
nilai intrinsik pada saat itu saja, namun juga merupakan harapan akan kemampuan
perusahaan dalam meningkatkan nilai kekayaan perusahaan di kemudian hari.
Rasio keuangan perusahaan yang baik umumnya akan meningkatkan nilai
saham perusahaan tersebut, dan sebaliknya apabila kinerja keuangan perusahaan
buruk maka hal ini akan mempengaruhi nilai saham perusahaan tersebut karena
hilangnya kepercayaan dari investor. Rasio keuangan dalam penelitian ini diukur
melalui rasio profitabilitas yaitu ROA (Return On Asset), rasio likuiditas yaitu CR
(current ratio), solvabilitas yaitu LDER (Long debt to equity ratio) dan rasio
perputaran aktivitas yaitu TATO (total asset turnover).

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar