pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Admin
Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengetahui Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, ukuran perusahaan dan perataan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI (periode 2012-2014). Teknik penarikan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling method dengan jumlah sampel sebanyak 26 dari 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2012-2014. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial profitabilitas berpengaruh positif terhadap perataan laba sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Secara simultan, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap perataan laba


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah 
organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan hasil 
proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan 
informasi keuangan kepada pihak internal dan eksternal. Dalam penyusunan 
laporan keuangan, dasar akrual dipilih karna lebih rasional dan adil dalam 
mencerminkan kondisi keungan secara rill.
Akuntansi secara akrual memiliki keunggulan bahwa informasi laba 
perusahaan dan pengukuran komponen secara umum memberikan informasi lebih 
baik tentang kinerja ekonomi perusahaan daripada informasi yang dihasilkan dari 
aspek penerimaan dan pengeluaran kas terkini, namun akuntansi akrual juga 
memiliki kelemahan. Pengguna dasar akrual dapat memberikan kekeluasaan 
kepada pihak manajemen dalam memilih metode selama tidak menyimpang dari 
Standart Akuntansi Keuangan yang berlaku. Pilihan metode yang sengaja dipilih 
oleh manajeman perusahaan untuk tujuan tertentu dikenal dengan sebutan 
manajemen laba atau earning management.
Laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan 
untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba 
yang representastif dalam jangka panjang, meramalkan laba, menaksir risiko 

dalam berinvestasi.
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar