Analisis Penentuan Profit Sharingpada Bmt Umi Makassar

Admin
Analisis Penentuan Profit Sharingpada Bmt Umi Makassar



Sejak langkah pertama pendiriannya, bank-bank syariah telah menunjukkan perkembangan yang positif sehingga dapat memainkan peranan pentingnya dalam memobilisasi, mengalokasi, dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik. Salah satu faktor pendukung yang menunjang perkembangan positif ini adalah pembagian hasil usaha dalam pembiayaan yang menggunakan konsep profit sharing dan revenue sharing dengan akad mudharabah, meski pada awalnya, konsep ini tidak begitu luas dimengerti oleh masyarakat.Profit sharing dan revenue sharing merupakan pembagian hasil usaha dengan ketentuan nisbah pihak penyalur dana dan penerima dana usaha. Sehingga besarnya pembagian dipengaruhi oleh hasil usaha yang dijalani. (Gaffur, 1996: 56)
Konsep profit sharing  tidak hanya berlaku di perbankan syariah tetapi, berlaku juga di Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). BMT merupakan suatu kumpulan/organisasi ekonomi yang beranggotakan orang-orang/badan-badan yang memberi kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota. (Hadikusuma, 2000:4)
Hadikusuma(2000:6) mengatakan, konsep profit sharing atau yang juga disebut dengan profit and loss sharing menawarkan pembagian hasil usaha dengan perhitungan pendapatan/keuntungan bersih (net profit), yaitu laba kotor dikurangi beban biaya yang dikeluarkan selama operasional usaha. Sedangkan konsep revenue sharing  merupakan konsep yang menawarkan pembagian hasil usaha berdasarkan perhitungan laba kotor (gross profit). Konsep inilah yang membedakannya dengan bank-bank konvensional yang menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tepat agar dapat menarik minat masyarakat menabungkan uangnya di bank. Besarnya bunga dalam peminjaman ditetapkan pada awal perjanjian kerjasama dengan pendapatan bunga yang pasti bagi investor. Bahkan meski kreditur mengalami kerugian dalam usahanya, investor tetap mendapatkan bunga yang disepakati sebelumnya.
Nisbah bagi hasil merupakan kesepakatan besarnya masing-masing porsi bagi hasil yang akan diperoleh oleh shohibul maal (pemiliki dana) dan mudharib (pengelola dana). Kesepakatan tersebut tertuang dalam akad atau perjanjian yang telah ditandatangani pada awal sebelum dilaksanakannya kerjasama.
Nisbah atau profit sharing dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Adapun faktorlangsung yang mempengaruhi bagi hasil adalah investment rate sedangkan, faktor-faktor tidak langsung yang mempengaruhi bagi hasil adalah penentuan butir-butir pendapatan dan biaya mudharabah serta, kebijakan akunting (prinsip dan metode akunting).
BMT dapat didirikan dalam bentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau koperasi. BMT juga berfungsi sebagai mitra bagi pemilik dana maupun pengelola dana. (Perwataatmadja, 1996:216)
BMT memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi berwawasan syariah, BMT merupakan lembaga keuangan yang berpedoman Al Qur’an dan Hadist, berbasis kerakyatan dengan pemberdayaan usaha kecil dan menengah, serta langsung bersinggungan dengan masyarakat di perkampungan dan desa-desa sehingga, dapat mengentaskan kemiskinan dengan pengembangan kewirausahaan dan pelayanannya yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan membuat BMT cepat popular. Sebagai koperasi simpan pinjam harus mampu memenuhi persyaratan legalitas sebagai koperasi seperti anggaran dasar, keanggotaan, permodalan, tata organisasi, dan cara kerja lainnya. (Karim, 2004:193)
Pemilihan judul “Penentuan Profit Sharing pada BMT UMI Makassar”, didasari karena BMT UMI adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang berlandaskan syariat Islam dimana didalam operasionalnya, lembaga tersebut telah menetapkan bagi hasil (profit sharing).
Pemilihan objek penelitian pada lembaga BMT UMI Makassar didasari karena, lembaga BMT UMI Makassar merupakan lembaga keuangan non bank yang berlandaskan syariat Islam sehingga, lembaga tersebut sudah sangat berpengalaman dan dapat mewakili seluruh kegiatan  pengelolaan dana masyarakat yang berlandaskan syariat Islam yang berada di Kota Makassar.
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka penelititertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS PENENTUAN PROFIT SHARING PADA BMT UMI MAKASSAR”.
 

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar