Analisis Perlakuan Akuntansi Untuk Kredit Bermasalah (Nonperforming Loan) Sesuai Psak No. 31 Pada PT.Bank Mandiri

Admin
Analisis Perlakuan Akuntansi Untuk Kredit Bermasalah (Nonperforming Loan) Sesuai Psak No. 31 Pada PT.Bank Mandiri

ABSTRAK :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang metode akuntansi apa yang diterapkan PT. Bank Mandiri, Tbk dalam mengatasi Non Performing Loan dan membandingkan perlakuan akuntansi pada PT. Bank Mandiri, Tbk untuk Non Performing Loan dengan PSAK 31 tentang akuntansi perbankan. Kredit bermasalah atau NPL pada PT. Bank Mandiri, Tbk diakui pada saat tunggakan angsuran masuk kategori Kurang Lancar, Diragukan dan Macet atau tunggakan lebih dari 91 hari. PSAK 31 dan PAPI adalah dua standar acuan penyusunan laporan keuangan perbankan di Indonesia. Perlakuan akuntansi yang diterapkan oleh PT. Bank Mandiri, Tbk untuk kredit bermasalah (nonperforming loan) lebih mengacu ke PAPI dimana pengukuran kredit tersebut menggunakan current cost, Perlakuan akuntansi pendapatan bunga untuk kredit kategori bermasalah pada Bank Mandiri diakui secara cash basis, bunga diakui pada saat bunga tersebut diterima sedangkan bunga yang telah diakui tetapi belum tertagih akan dibatalkan pengakuannya. Untuk pelaporan keuangan 2010 terjadi perubahan khususnya dalam hal pelaporan dan penyajian kredit bermasalah seiring dengan dicabutnya penerapan PSAK 31 diganti dengan penerapan PSAK 50 dan 55 yang berdampak pada munculnya penurunan nilai asset.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar