Analisis Rasio Likuiditas Pada PT.PLN

Admin
Analisis Rasio Likuiditas Pada PT.PLN 

Eratnya hubungan fungsi keuangan dengan berbagai fungsi lainnya dalam suatu badan usa ha atau perusahaan, menyebabkan keuangan merupakan aspek yang amat penting di setiap badan usaha atau perusahaan. Vitalnya fungsi keuangan merupakan aspek yang amat penting di setiap badan usaha atau perusahaan. Vitalnya fungsi keuangan tersebut, tercer min dari rangkaian fungsi yang masing - masing dalam lingkup cakupannya. Mulai dari upaya untuk mendapatkan dana ( obtaining of fund) bagi perusahaan yang bersangkutan, penggunaan dana (use of funds ), sampai dengan pendekatan sistematik dalam internal manajem en tentang aliran dana (flow of funds ) di dalam struktur perusahaan secara keseluruhan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari fungsi keuangan dimaksud. Dengan sendirinya, persoalan - persoalan yang fundamental bagi kelancaran operasional perusahaa n dan eksistensi atau kelangsungan hidup perusahaan senantiasa menjadi fokus utama dari fungsi keuangan. Berikut ini beberapa pengertian dan fungsi manajemen keuangan (pembelanjaan) yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain : Murthada Sinuraya (20 04 : 2 ) mengemukakan sebagai berikut : “ Meliputi semua aktifitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mingkin guna memaksimalkan nilai pasar ( va lue market ) perusahaan”. Martono dan D. Agus Marjito (2004 : 4) mengemukakan bahwa : “ Manajemen keuangan adalah segala aktifitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai dengan tujuan perusa haan secara menyeluruh”. Agus Sartono (1996 : 8) mengemukakan bahwa : “ Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiay aan investasi atau pembelanjaan secara efisien”. Dari definisi di atas maka disimpulkan bahwa subyek dari bidang keuangan perusahaan tidak hanya terbatas pada bagaimana bisnis diorganisir untuk memperoleh dana, bagaimana dana tersebut didapatkan serta ba gaimana dana tersebut dimanfaatkan. Namun subyeknya dapat pula mencakup hal - hal mengenai praktik - praktik prosedur - prosedur dan masalah - masalah yang menyangkut penyaluran dana - dana untuk keperluan investasi usaha, serta perencanaan dan pengawasan atas pengg unaan dana - dana tersebut. Ditinjau dari sumber modal yang diperoleh, pembelanjaan (manajemen keuangan) dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1. Pembelanjaan dari luar perusahaan ( eksternal financing ), yaitu upaya pembelanjaan untuk memenuhi kebutuhan mo dal, dimana sumber modal tersebut berada dari luar perusahaan, pembelanj aan ini dibedakan lagi menjadi a. Pembelanjaan sendiri, bilamana sumber modal berasal dari pemilik ( share holder) dan lain - lain, yang ada pada akhirnya dapat menjadi modal sendiri dari perusahaan yang bersangkutan. b. Sedangkan yang dimaksud dengan pembelanjaan asing, bilamana sumber dana berasal dari pihak ketiga lainnya diluar perusahaan seperti : Bank dan kreditor. c. Lainnya. Beberapa macam sumber pembelanjaan asing antara lain se ring digunakan atau dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menunjang kegiatan pendanaan perusahaan antara lain : 1. Sertifikat obligasi, adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah/badan usaha atau lembaga - lembaga lain sebagai pihak y ang berutang dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik ( coupon rate ) atas dasar persentase tertentu yang tetap. 2. Pinjaman hipotek, adalah bentuk pinjaman jamgka menengah dimana kreditor diberi jaminan harta tidak bergerak sebagai hipotek yang sewaktu - waktu bila pinjaman telah jatuh tempo dan tidak dapat dibayar (dilunasi), maka jaminan harta tidak bergerak tersebut dapat dilelang untuk membayar/melunasi pinjaman tersebut. 3. Commercial Paper (CP), secara teknis pengertian CP sebenarnya m encakup segala bentuk instrumen yang dapat dipindahtangankan ( negotiable instrument) yang dikeluarkan dalam kaitan dengan adanya transaksi perdagangan. Dana yang terhimpun terutama digunakan untuk membiayai barang dagangan atau modal kerja dalam arti luas. 4. Pe rusahaan Modal Ventura, adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) untuk jangka waktu tertentu. 2. Pembelanjaan dari dalam perusahaan ( internal financing), sumber modal tidak dida patkan dari luar perusahaan, melainkan diperoleh dari pembelanjaan - pembelanjaan intensif. Pembelanjaan intern merupakan bentuk pembelanjaan dimana sumber modalnya didapatkan dari penggunaan laba, laba yang ditahan (Retained Earning ), cadangan dan sebagainy a. Bagi pembelanjaan intensif, sumber modalnya dapat berasal dari penggunaan penyusutan aktiva tetap. Sejauh penyusutan tersebut belum digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang lama.Untuk memberikan gambaran yang jelas, maka dapat digambarkan sebagai ber ikut  


Previous
Next Post »
0 Komentar