Pelaksanaan Pembelian Kendaraan Bermotor Roda Dua melalui Akad Murabahah

Admin
Pelaksanaan Pembelian Kendaraan Bermotor Roda Dua melalui Akad Murabahah

1. Sejarah BMT secara Umum
Menurut Heri Sudarsono (2012:108) fenomena sosial ekonomi masyarakat di
Indonesia hingga dewasa ini menunjukkan masih tertinggalnya umat Islam dari
komunitas lain khususnya di bidang ekonomi. Lemahnya kualitas ekonomi umat
Islam yang merupakan kelompok mayoritas dari bangsa ini merupakan potensi
yang mengancam stabilitas nasional. Oleh karenanya, sangat mendesak untuk
segera mengambil langkah-langkah strategis dan kiat-kiat taktis yang benar-benar
efektif untuk mengatasi permasalahan ini.
Bahwa kualitas ekonomi umat Islam masih sangat rendah, merupakan suatu
kenyataan pahit yang mengandung sifat ironis, mengingat potensi internal dan
eksternal umat Islam yang sedemikian besar:
a. Dari segi religi, umat Islam memiliki landasan yurisprudensi yang kokoh dan
paripurna, mulai dari prinsip-prinsip sosial ekonomi hingga konsep nilai
moral dan metode pengembangan ekonomi;
b. Dari segi kuantitas, umat Islam adalah mayoritas
c. Dari segi aset, umat Islam memiliki potensi asset komersil yang relatif cukup
dan terdapat aset non komersil yang ditunjuk syara’ (zakat, infak, shadaqah,
dan wakaf) yang dapat memicu tumbuhnya potensi ekonomi besar.
Mengingat kenyataan dan potensi itu, beberapa langkah berikut ini kiranya
penting diagendakan sebagai formula solusi:
a. Optimalisasi penggalangan asset umat, baik komersil maupun non komersil;
b. Optimalisasi pengelolaan dan pemberdayaan aset umat dalam kegiatan￾kegiatan ekonomis-produktif;
c. Aktualisasi dan sosialisasi etos kerja profesional, kerjasama, mental
kewirausahaan, ekonomis produktif dan etika bisnis yang bersumber pada
nilai-nilai normatif dan yurisprudensi Islam.
Upaya-upaya itu menghendaki adanya suatu wahana yang mampu
memposisikan diri sebagai fasilitator, inovator, dan katalisator untuk pengerahan
dana umat, baik komersil maupun non komersil, dan untuk peningkatan sikap
mental ekonomis-produktif yang dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai moral
normatif Islami.
Dari berbagai alternatif yang ada, Baitul Maal wat Tamwil diyakini sebagai
salah satu wahana yang dinilai strategis untuk upaya pemberdayaan umat. Hal ini
mengingat bahwa kelemahan umat Islam pelaku ekonomi tiada lain disebabkan
oleh faktor ketidakmampuan masyarakat kecil dalam mengakses lembaga￾lembaga keuangan yang ada. 
KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar