Pengaruh Kompensasi Nonfinansial Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN

Admin
Pengaruh Kompensasi Nonfinansial Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN


Dalam kehidupan yang semakin berkembang dan meningkat saat ini, kondisi memaksakan agar semua berjalan serba terarah dan teratur.Hampir semua orang dituntut untuk bekerja secepat mungkin, namun juga tidak mengurangi kualitas dari apa yang dilakukannya. Seg ala macam ilmu pengetahuan dan teknologipun juga semakin berkembang guna membantu untuk memenuhi kebutuhan manusia agar apa yang kita ingin bisa tercapai. 

Manusia yang ada juga dipacu untuk lebih optimal dalam menjawab tantangan zaman melalui pengetahuan d an ketrampilan yang memadai dalam mengelola segala sesuatu.Baik yang telahdisiapkan atau sesuatu yang secara mandiri kita harus mempersiapkan terlebih dahulu secara profesional sebelumnya.Keberhasilan - keberhasilan pengembangan segala sesuatu yang telah ada tersebut, tidak lepas dari adanya SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai, berkualitas dan dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Namun dengan segala suatu kegiatan yang semakin kompleks dan hampir bersifat monoton setiap harinya, para SDM at au pada pembahasan kali ini lebih kita tunjukan kepada para kinerja karyawan atau pekerja, yang bahkan sudah terlatihpun, akan menemui sebuah penurunan motivasi kinerja. 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sumber yang dimana dimiliki oleh manusia itu sendi ri, hal ini lah yang membuat manusia tahu akan pentingnya 2 2 kehidupan dalam berinteraksi antara sesama manusia dan potensi yang dimiliki dalam kehidupannya. Umumnya pemimpin menggunakan sumber dayanya yang dimiliki untuk menjalankan usahanya agar perusahaan yang di pimpinnya bisa berjalan dengan efektif,efisien dan baik . 

Dengan adanya kinerja baik dari masing - masing karyawan akan membuat perusahan tersebut menjadi berkembang, tanpa dengan adanya kinerja yang baik akan menimbulkan pekerjaan yang amburadul. Sad ar akan pentingnya sumber daya manusia bagi kelangsungan hidup dan kemajuan suatu perusahaan, maka suatu perusahaan harus memberikan perhatian khusus pada faktor ini dan sudah sewajarnya pemilik perusahaan memandang sumber daya manusia lebih dari sekedar a set perusahaan dan menjadikan mitra dalam berusaha. 

Perusahaan harus dapat bersikap adil atas apa yang telah diberikan karyawan terhadap sumber dayanya kepada perusahaan, karena setiap karyawan berhak mendapatkan penghargaan dan perlakuan yang adil dari pi mpinannya sebagai timbal balik atas jasa yang diberikannya, sehingga dapat mendorong para karyawan untuk lebih termotivasi dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang pekerja. 

Hubungan kerja yang saling menguntungkan antara perusahaan dan karyawan sanga t diperlukan dalam rangka mendorong semangat kerja karyawan.Karyawan memberikan prestasi kerja yang baik untuk kemajuan perusahaan, sedangkan perusahaan memberikan kompensasi yang sesuai atas prestasi kerja yang telah diberikan karyawan terhadap perusahaan . 

Oleh sebab itu , Manajemen Sumber Daya Manusia sangatlah penting dalam kehidupan di zaman sekarang ini, sebab dengan sumber daya manusia kita tahu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dunia yang sistematis atau signifikan. Hal inilah yang membuat manusia termotivasi. Dan perusahaan dalam rangka 3 3 memberikan motivasi kepada karyawannya maka perusahaan memberikan kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial untuk meningkatkan kinerja karyawan. 

Menurut Flippo dalam Suwatno dan Priansa (2011:220) , “kompensasi merupakan pemberian imbalan jasa yang layak dan adil kepada karyawan - karyawan karena mereka telah memberi sumbangan kepada pencapaian organisasi”. Oleh karena itudengan seiringnya waktu para pimpinan atau manajer dalam berinteraksi untuk meni ngkatkan motivasi dengan para karyawan.

Masih banyakpula pimpinan yang berpendapat bahwa, dengan gaji yang tinggi, maka karyawan akan selalu termotivasi dalam hal mereka bekerja. Padahal, untuk meningkatkan motivasi karyawanpun banyak hal yang bisa membuat karyawan termotivasi tidak cukup hanya dengan gaji yang besar saja. Ada unsur lain yang bisa diberikan oleh pihak pimpinan kepada para karyawannya misalnya dengan kompensasi non finansial. Namun hal itulah yang biasanya selalu luput dari pihak atasan.Pimpi nan lebih mengutamakan profitabilitasatau keuntungan yang lebih, untuk menuju ke arah perusahaan daripada ke arah kesejahteraan bersama.

Bila dipelajari lebih lanjut, bukankah sebuah penambahan motivasi karyawan mempunyai dampak yang positif bagi perusahaan walaupun memerlukan penambahan jumlah waktu dan materi. Karena kesemuanya itu akan menambah semangat dan motivasi dari seorang karyawan, yang akhirnya juga memberikan nilai lebih bagi perusahaan.  

Previous
Next Post »
0 Komentar