Skripsi Pengolahan Limbah Cair Rumah Potong Hewan (RPH) Menggunakan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)

Admin
Judul Pengolahan Limbah Cair Rumah Potong Hewan (RPH)  Menggunakan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)

BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang 
Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higienis tertentu serta digunakan sebagai tempat pemotongan hewan yang meliputi pemotongan, pembersihan lantai tempat pemotongan, pembersihan kandang penampungan, pembersihan kandang isolasi, dan/atau pembersihan isi perut dan air sisa perendaman (PermenLH No.5 Tahun 2014). Limbah cair RPH tergolong limbah organik yang mengandung darah, lemak tinja, isi rumen dan usus (Manendar, 2010).

Kota Medan memiliki Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) dengan kapasitas pemotongan sapi/kerbau sebanyak 15 ekor/hari. Kegiatan proses pemotongan mulai beroperasi pukul 23.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Besarnya kapasitas pemotongan hewan per hari mengakibatkan produksi limbah cair menjadi besar pula.

Lecompte dan Mehrvar (2015) mengemukakan bahwa rata-rata kandungan bahan pencemar yang dinyatakan dalam COD pada limbah cair RPH mencapai 4221 mg/L. Kandungan bahan pencemar yang tinggi didalam limbah cair RPH akan menyebabkan gangguan dan pencemaran bila dibuang langsung ke lingkungan. Hal ini menjadi dasar bahwa limbah cair RPH harus mendapatkan pengolahan sebelum dibuang ke 
lingkungan. 

Salah satu metode pengolahan air limbah yang sudah banyak dikenal adalah pengolahan secara anaerob. Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) merupakan sebuah reaktor yang mengolah limbah secara anaerob dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi bahan pencemar didalam air limbah. Proses pada reaktor UASB dibagi menjadi 2 fase, yaitu start-up dan steady state. Rizvi. et al (2013) mengemukakan bahwa fase start-up merupakan proses yang rumit dengan sejumlah faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah karakteristik limbah cair, pH, nutrient, aklimatisasi benih lumpur, kandungan bahan toksik, loading rate, upflow velocity (Vup) dan hydraulic retention time (HRT). Selain dapat menyisihkan bahan pencemar didalam

Previous
Next Post »
0 Komentar

.