.

Pengaruh Inflasi, Ihsg,Jumlah Reksa Dana Syariah Dan tingkat return terhadap Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah Di Indonesia

Admin
Pengaruh Inflasi, Ihsg,Jumlah Reksa Dana Syariah Dan tingkat return terhadap Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah Di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya memperluas basis ke terlibatan masyarakat dalam sistem perekonomian bangsa Indonesia memberikan suatu konsekuensi logis a tas dibutuhkannya pengembangan pasar m odal kepada arah yang diharapkan oleh masyarakat sebagai stakeholder dari sistem pasar modal secara keseluruhan. Pasa r m odal yang merupakan salah satu mediasi dari investasi adalah tempat bertemunya antara penjual modal/dana dengan pembeli modal/dana untuk melakukan transaksi jual beli dengan diperantarai oleh para anggota bursa selaku pedagang perantara. Dalam pasar mod al sama halnya dengan perbankan, merupakan media yang mampu menjadi jembatan bagi pihak yang kele bihan dan membutuhkan modal, dalam pasar modal terhubung begitu banyak pelaku ekonomi tanpa batas negara.

Pasar modal adalah pasar yang mempertemukan mereka ya ng memerlukan dana jangka panjang dan mereka yang dapat menyediakan dana tersebut. Jual beli dana jangka panjang ditunjukkan dengan kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham, obligasi dan sekuritas - sekuritas lain yang bersifat jangka panjang. Bursa e fek m erupakan satu bentuk kegiatan pasar modal (Rahmawati,2009). Pada era ini, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia sangat pesat. Hampir setiap hari kita mendengar informasi dari bursa efek jakarta terkait perkembangan pasar modal syariah yang terdaft ar disana. Berbeda dengan pasar 2 modal konvensional, sejumlah instrumen syariah di pasar modal sudah diperkenalkan kepada masyarakat, misalnya saham yang berpri nsipkan syariah dimana kriteria saham syariah adalah saham yang dikeluarkan perusahaan yang mela kukan usaha sesuai dengan syariah.

Demikian juga, usaha untuk merealisasikan praktek obligasi syariah atau obligasi yang berprinsip syariah. Berdasarkan Undang - undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, “ reksa dana diartikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek (saham, obligasi, valuta asing, deposito) oleh manajer investasi ” . Bagi investor yang berniat melakukan investasi melalui reksadana sert a menginginkan perolehan keuntungan yang bisa dipertanggungjawabkan secara Islami, investor dapat beralih pada reksa dana yang sering disebut dengan reksa dana syariah atau Islamic Investment Fund .

Pada dasarnya, reksa dana sy ariah sama dengan reksa dana k onvensional, yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen - instrumen pasar modal d an pasar uang. Hanya saja perbe daan yang paling menonjol antara reksa dana syariah dan reksa dana konvensional adalah dalam reksa dana syariah terdapat proses screening atau filterisasi atau intrumen investasi berdasarkan pedoman syariah dan proses cleansing untuk membersihkan pendapatan yang dianggap dipe r oleh dari kegiatan yang haram menurut pedo man syaria

Strategi pada investasi reksa dana syariah sangat tergantung pada manajer investasi syariah dan dapat dilihat dari portofolio investasinya. Reksa dana syariah merupakan sebuah bentuk investasi yang mempunyai risiko wa laupun di pasar modal reksa dana syariah adalah sekuritas yang mempunyai risiko yang paling rend ah (Natalina, 2015). Perk embangan reksa dana syariah di I ndonesia tahu n 2011 - 2015 adalah sebagai berikut


Previous
Next Post »
0 Komentar