Bagaimana Memulai Proses Olah Data Statistik

Admin
Setiap mahasiswa tidak akan bisa mengelak dari yang namanya skripsi atau thesis atau penelitian sebagai sayarat untuk menuntaskan proses perkuliahan yang selama ini dijalani. Namun bukan namanya penelitian jika tidak ada data dan yang sering menjadi momok adalah bagaimana mengolah data penelitian tersebut sesuai kaidah statistic yang baik dan benar. 

Pengolahan data penelitian bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menghitung dan memasukan rumus-rumus satistik sesuai dengan uji yang dinginkan atau bisa juga semi otomatis dengan menggunakan program statistic seperti SPSS. Seiring perkembangan zaman, pengerjaan atau pengolahan data penelitian lebih banyak menggunakan software/ program statistic seperti SPSS, Akan tetapi menggunakan SPSS bukan berarti tinggal menekan tombol “ENTER” dan kemudian “simsalabim” data langsung keluar. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menghasilkan kesimpulan dan jika tahapan itu tidak dialkukan dengan baik dan benar maka hasil pengolahan data dengan SPSS akan keliru. 

Tahapan pengolahan data dengan SPSS atauun manual sebenarnya mirip, yang berbeda adalah cara pemrosesan data tersebut yang manual dan semiotomatis. Nah berikut ini saya tampilan bagan sederhana tahapan pengolahan data statistic.

(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)


Nah, setelah melihat gambar diatas, sepintas kita sudah punya gambaran tentang tahapan pengolahan data penelitian. Data yang kita punya terlebih dahulu harus ditentukan mau diuji dengan statistik deskriptif saja atau masih berlanjut ke statistik inferential. 

Statistik deskriptif itu sederhanyanya adalah statistik yang hanya menggambarkan atau menyederhanakan data. Menggambarkan data dengan data grafis seperti Poligon, Pie chart, diagram batang dll. Sedangkan menyederhanakan seperti menentukan Central tendenscy yang didalamnya ada mean, modus dan media serta penyederhanaan lain seperti yang ada pada gambar. Intinya stattistik deskriptif hanya itu, menggambarkan dan menyedehanakan, jadi kalo penelitiannya hanya untuk mengetahui gambaran kondisi maka cukup sampai di statistik deskriptif saja. Kalo saya pribadi mengerjakan statistik deskriptif ini biasanya hanya butuh waktu 15 menit...hehe...pakai program lho bukan hitung manual...

Statistik deskriptif memang cukup mudah, namun jarang penelitian untuk skripsi apalagi thesis hanya berakhir dengan statistik deskriptif saja, umumnya masih berlanjut ke statistik inferentia. pada Gambar diatas sepintas sudah ada gambaran singkat tentang statistik inferensi yaitu ketika kita tidak hanya mencari gambaran data atau ingin menyederhanakan data (Menggunakan statistik deskriptif) maka kita harus melihat dahulu bentuk data dan distribusi datanya seperti apa. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini 

(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)

Sebelum melanjutkan dengan uji-uji yang lain, kita harus lihat bentuk data kita termasuk Interval, rasio, nominal atau ordinal? Setelah itu jika data kita bentuknya interval dan rasio maka pengujian dilanjutkan dengan uji distribusi data, apakah penyebaran data kita normal atau tidak. Jika data tidak normal maka uji0uji yang kita lakukan adalah Uji Non parametrik bukan Uji Parametrik


(Klik Gambar Untuk Memperbesar klo kurang jelas)

Pada Gambar diatas ini tampak pengujian lebih lanjut dari uji parametrik dan uji non parametrik. Jika data kita memenuhi persyaratan sebagai uji parametrik, maka disini baru kita lihat judul penelitian kita, mau lihat perbedaan antara variable atau mau lihat ada/ tidaknya hubungan atau korelasi. contohnya kita ingin melihat perbedaan antara Ayam yang tidak diberi suplement dan ayam yang diberi suplement maka kita menggunakan t-test. namun jika perlakukananya lebih dari 2 perlakukan maka kita menggunakan uji Anova.

Previous
Next Post »
0 Komentar

.