Analisa Segmenting, Targeting, dan Positioning Tabungan Martabe di PT. Bank SUMUT

Admin

Analisa Segmenting, Targeting, dan Positioning Tabungan Martabe di PT. Bank SUMUT 


BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang 
Dewasa ini industri perbankan banyak mengalami perubahan-perubahan, antara lain: 
  1. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sedang mengkaji opsi untuk menurunkan kembali jumlah maksimal penjaminan menjadi sekitar 250 – 300 juta rupiah dari posisi saat ini sebesar Rp. 2 milyar. Rencana ini sebagai bagian dari langkah normalisasi (exit strategy) dari situasi pasar keuangan yang dinilai krisis. 
  2. Ditetapkannya Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. 
  3. Dimasukkannya resiko pasar dalam perhitungan rasio kecukupan modal bank.

Ini menunjukkan masyarakat harus lebih teliti dan lebih berhati-hati saat ini dalam memilih bank untuk melakukan kegiatan transaksi perbankan terlebih untuk simpanan dan jasa perbankan lainnya. Status Bank Usaha Milik Negara bukan lagi menjadi suatu jaminan untuk memperoleh calon nasabah atau mempertahankan nasabah yang semakin hari semakin kritis dan selektif dalam menentukan bank mana yang akan digunakan dalam melakukan transaksi perbankan.

Perkembangan Tabungan Martabe di PT.Bank Sumut masih belum bisa memenuhi rencana yang telah ditentukan. Berikut ini adalah grafik perkembangan Tabungan Martabe di tahun 2009 yang masih belum menunjukkan hasil yang signifikan:
Analisa Segmenting, Targeting, dan Positioning Tabungan Martabe di PT. Bank SUMUT

Gambar 1.1. 
Pertumbuhan Tabungan Berdasarkan Pertumbuhan Nominal (dalam miliar) 

Pencapaian target Tabungan Martabe yang masih rendah tersebut mengharuskan Bank Sumut mengevaluasi dan merumuskan kembali strategi pemasaran yang telah dijalankan dalam rangka mengantisipasi persaingan perbankan yang semakin ketat, khususnya disektor pengumpulan dana pihak ketiga. Jaringan kerja yang luas yang dimiliki oleh Bank Sumut belum mampu meningkatan pangsa pasar yang ada saat ini tanpa didukung oeh suatu upaya untuk mengintegrasikan kekuatan yang ada guna mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada maupun yang akan ada. Disamping itu belum adanya target pasar yang jelas, sehingga dapat berimplikasi pada program pemasaran yang lebih spesifik. 

Berdasarkan kenyataan tersebut, diharapkan pada masa yang akan datang Bank Sumut dapat menetapkan posisi dan target segmen nasabahnya di pasar secara lebih fokus. Hal ini bertujuan untuk sukses dipasar produk tabungan, sehingga memerlukan adanya suatu riset pemasaran untuk mendapatkan berbagai informasi seperti segmentasi pasar yang didapatkan pada karakteristik yang dapat mempengaruhi nasabah terhadap produk Tabungan Martabe, target market yang ingin dituju Tabungan Martabe serta positioning produk untuk mengetahui posisi produk Tabungan Martabe terhadap beberapa pesaing.


Previous
Next Post »
0 Komentar

.