Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)

Admin

Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)
BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Setiap manusia mempunyai kekhawatiran tersendiri terhadap masa mendatang yang tidak bisa diprediksi tentang yang akan terjadi. Adanya kehidupan yang tidak kekal tersebut tidak akan memberikan rasa pasti. Adanya rasa ketakutan tentang ada atau tidak adanya jaminan untuk peristiwa yang tidak dapat diduga nantinya membuat orang-orang berusaha untuk meminimalkan resiko atas peristiwa yang tak tentu tersebut. 

Keadaan yang tidak kekal yang merupakan sifat alamiah tersebut mengakibatkan adanya suatu keadaan yang tidak dapat diramalkan lebih dahulu secara tepat, sehingga dengan demikian keadaan termaksud tidak akan pernah memberikan rasa pasti. Karena tidak adanya suatu kepastian tentu saja akhirnya sampai pada suatu keadaan yang tidak pasti pula. Keadaan yang tidak pasti tersebut dapat berwujud dalam berbagai bentuk dan peristiwa, yang biasanya selalu dihindari. Keadaan tidak pasti terhadap setiap kemungkinan yang dapat terjadi baik dalam bentuk atau peristiwa yang belum tentu menimbulkan rasa tidak aman yang lazim disebut sebagai resiko.

Pelaksanaan Klaim Asuransi Kematian Pada Unit Link (Studi Pada PT. Sun Life Financial)
Resiko yang dianggap akan mendatangkan kerugian atas kepentingankepentingan seseorang pada suatu ketika di masa sekarang dan yang akan datang, yang pada masa sebelumnya tidak dianggap merupakan suatu kepentingan yang dirisaukan keselamatannya, perlu mendapat perhatian, bagaimana supaya kepentingan-kepentingan itu tidak ditimpa kerugian.

Usaha dan upaya manusia untuk menghindari dan melimpahkan resikonya kepada pihak lain beserta pelimpahan sebagai suatu kegiatan itulah yang merupakan embrio atau cikal bakal perasuransian yang dikelola oleh perusahaan asuransi sebagai kegiatan ekonomi yang rumit sampai saat ini. 

Dari perkembangan-perkembangan yang ada pada zaman yunani pada abadabad sebelum masehi, perjanjian asuransi ditutup antara seorang pedagang dengan seorang yang meminjamkan uang karena perdagangan berkembang dengan pesatnya, maka timbullah perkumpulan tukang meminjamkan uang yang kemudian menjelma sebagai suatu perusahaan khusus untuk melayani kebutuhan para pedagang dalam menghadapi resiko dan khusus berkecimpung dalam dunia pertanggungan.

Dengan munculnya resiko-resiko baru, maka timbullah pula kepentingankepentingan baru yang perlu diusahakan melindunginya atau meberi jaminan atasnya dalam arti bahwa kepentingan-kepentingan baru yang perlu diusahakan melindunginya atau meberi jaminan atasnya dalam arti bahwa kepentingankepentingan yang baru ini memerlukan pertanggungan. Artinya bahwa orangorang, perusahaan-perusahaan yang menghadapi resiko yang baru mengharapkan bahwa kalau nanti pada suatu saat resiko itu sungguh-sungguh berubah menjadi suatu kenyataan yang menjadi suatu kerugian, maka dia tidak sendirian memikul kerugian itu bahkan ia mengharapkan ada pihak lain yang akan mengganti kerugiannya. Untuk itulah mereka memerlukan pertanggungan atas resiko-resiko baru ini.

Bidang peransuransian yang biasa dikenal dengan Asuransi sudah merupakan kebutuhan di dalam perkembangan masyarakat sekarang ini. Di dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia yang banyak mengalami kejadiankejadian yang tidak tentu atau resiko-resiko yang akan mengganggu jalannya kehidupan kita dan akan merugikan kita.

Dengan adanya asuransi tersebut maka kita dapat mengalihkan resiko itu kepada perusahaan yang bergerak di dalam bidang asuransi untuk menanggung resiko-resiko yang seharusnya kita tanggung sehingga dapat membantu kita mengurangi beban hidup kita. Resiko-resiko yang banyak dapat terjadi dalam kehidupan kita antara lain seperti kehilangan harta kekayaan, kehilangan nyawa, kecelakaan, kebakaran, kerusakan pada hasil pertanian, kecelakaan pada angkutan umum, angkutan laut, dan angkutan udara, dan lain sebagainya. 

Lembaga asuransi jiwa mempunyai faedah dengan tujuan utama ialah untuk menanggung atau menjamin seseorang terhadap kerugian-kerugian finansial. Berikut peranan serta tujuan asuransi dari segi masyarakat pada umumnya/sosial maupun segi pemerintah /publik:

Asuransi jiwa bisa memberikan keuntungan-keuntungan tertentu terhadap individu atau masyarakat, yaitu: 

  • Menentramkan kepala keluarga (suami/bapak), dalam arti memberi jaminan penghasilan, pendidikan, apabila kepala keluarga tersebut meninggal dunia. 
  • Dengan membeli polis asuransi jiwa dapat digunakan sebagai alat untuk menabung (saving). Pada umumnya pendapatan perbulan dari masyarakat masih sangat rendah, karena itu dalam praktek terlihat bahwa keinginan masyarakat untuk membeli asuransi jiwa sedikit sekali
  • Sebagai sumber penghasilan (earning power).  Ini dapat kita lihat pada negara-negara yang sudah maju, seseorang yang merupakan pekerja yang profesional dalam perusahaan akan diasuransikan oleh perusahaan dimana ia bekerja. Hal ini perlu dilaksanakan mengingat pentingnya posisi yang dipegangnya. Banyak sedikitnya akan mempengaruhi terhadap kehidupan perusahaan yang sedang berjalan. Seperti halnya seorang ahli atom atau nuklir akan dipertanggungkan jiwanya, bilamana ia meninggal dunia atau sakit, perusahaan wajib membayar ganti kerugian.


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar

.