PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA USAHA DAGANG BATIK SATRIO MANAH TULUNGAGUNG

Admin

PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA USAHA DAGANG BATIK SATRIO MANAH TULUNGAGUNG


BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Di zaman yang semakin maju ini perekonomian telah menjadi tolak ukur kemajuan negara. Perekonomian mulai di dominasi oleh teknologi informasi yang senantiasa menjawab kebutuhan-kebutuhan para pelaku bisnis. Aset ekonomi bukan lagi bersifat fisik, seperti gedung, mesin, dan alat-alat lainya. Tetapi bersifat mental intelektual, seperti citra merek, citra perusahaan, kredibilitas, dan persepsi pasar.

Perkembangan industri di Indonesia ditandai dengan ditetapkannya UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dan juga telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.1 Semakin menjamurnya industri perdagangan menjadi peluang maupun tantangan bagi pelaku bisnis. Era globalisasi menuntut para pembisnis untuk mengambil keputusan dalam hal strategi yang tepat, agar dapat bersaing di lingkungan industri yang semakin ketat dan kompetitif. Keputusan tersebut menyangkut berbagai hal, termasuk manajemen. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah bagaimana cara mengembangkan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja.

Dalam organisasi atau perusahaan, budaya tidak disiplin itu menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi. Mereka berfikir ketika salah satu dari mereka disiplin, tetapi karyawan lain banyak yang tidak disiplin, maka itu akan percuma, sehingga seseorang yang awalnya disiplin menjadi ikut-ikutan rekan kerjanya yang tidak disiplin. Hal ini yang menjadikan karyawan memiliki etos kerja yang rendah.

Ketidak disiplinan sudah banyak melekat di beberapa perusahaan, instansi-instansi, bahkan dalam birokrasi pemerintahan. Jadi sudah bukan hal yang asing lagi ketika kita berbicara tentang rendahnya kedisiplinan. Sebenarnya jika kita telisik lebih dalam, yang mengakibatkan ketidak disiplinanan kerja itu berawal dari rendahnya kesadaran masing-masing individu. Apabila masing-masing individu itu tidak memiliki tingkat kesadaran akan pentingnya kedisiplinan maka kemungkinan tingkat kedisiplinan dalam perusahaan akan semakin rendah, bahkan di organisasiorganisasi lain.

terhadap nilai-nilai atau aturan-aturan termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Karena ketika kita melakukan berbagai hal tanpa memperhitungkan waktu, maka kita akan menjadi pribadi yang kurang disiplin. Sebab sikap atau perilaku berkaitan dengan kepribadian, persepsi dan motivasi. Apabila dalam diri seorang karyawan tidak ditanamkan motivasi untuk menjadi seseorang yang lebih maju, maka itu akan berdampak pula bagi kinerja karyawan tersebut.

Kinerja merupakan hasil-hasil fungsi pekerjaan atau kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi karyawan atau pegawai seperti : motivasi, kecakapan, persepsi peranan dan sebagainnya .

 Motivasi dan sikap, saling berhubungan dengan kinerja karyawan, sebab sikap merupakan gambaran perilaku dan perbuatan pada diri seorang karyawan. Sehingga berpengaruh terhadap langkah yang hendak diambil oleh seorang karyawan tersebut baik dalam kedisiplinan maupun yang lainnya. Motivasi memang berperan besar dalam mendorong semangat kerja para karyawan, agar mereka mau bekerja keras untuk mewujudkan tujuan organisasi. Menurut pendapat Siagian, motif adalah keadaan kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan, atau menggerakkan dan motif itulah yang mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap, dan tindak tanduk seseorang

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar

.