PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR

Admin

PENGARUH UPAH, PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA INSANI TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KENDANG JIMBE KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Saat ini dalam dunia usaha kompetensi sumber daya insani sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan dari suatu usaha. Perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini menutut adanya sumber daya insani yang cerdas dan terampil. Hal ini seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga keberadaan pengetahuan dan keterampilan sumber daya insani benar-benar di perlukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Produktivitas sumber daya insani juga sangat diperlukan untuk pengembangan usaha. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang atau jasa. Sentra industri rumahan mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, Sentra industri rumahan juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. 

Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang digunakan sebagai agregat dasar, misalnya: indeks produktivitas buruh, produktivitas biaya langsung, produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah, dan lain-lain.dapat dikatakan sebagai tolak ukur efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target dengan membandingkan kualitas, kuantitas dan waktu dan produktivitas dapat diartikan semakin banyak menghasilkan barang dan jasa dengan menggunakan sedikit sumberdaya. Produktivitas di sebuah negara dengan negara lainnya berbeda karena sesuai dengan tingkat potensi dan kondisi dari masingmasing negara bagaiamana mereka memanfaatkan ketrampilan modal, teknologi dan sumberdaya lainnya. 

Produktivitas merupakan suatu hal yang penting untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Tidak terbatas dengan hal yang dapat dijual, akan tetapi dapat menambah nilai guna dan manfaat bagi kehidupan secara umum, khususnya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala dalam pandangan Syariat Islam2 . Produktivitas Sumber daya insani tidak hanya dilihat dari kemampuan pegawai khususnya dalam hal skill sebagaimana dalam sudut pandang konvensional, namun lebih luas kemampuan pegawai di sini adalah pengetahuan mereka tentang Syariat Islam dan pengaplikasiannya. Semakin seorang pegawai mampu menerapkan syariat Islam dalam fungsi dan tujuan produksi maka dia semakin profesional dalam pekerjaannya dan produktivitasnya semakin tinggi, sebab dalam sisi syariat Islam, produktivitas sangat ditekankan dalam Al-Qur’an maupun hadits dan diaplikasikan oleh para sahabat dalam Atsar. Oleh sebab itu peranan Sumber daya insani sangat penting untuk dijabarkan daN dipertegas dalam menjalankan fungsi dan tujuan produksi guna meraih produktivitas yang tinggi. 

Sumber daya insani merupakan salah satu faktor produksi yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi. Dalam proses produksi sumber daya insani memperoleh pendapatan sebagai balas jasa dari usaha yang telah dilakukannya yakni upah. Kuantitas sumber daya insani yang diminta akan menurun sebagai akibat dari kenaikan upah. Apabila tingkat upah naik sedangkan harga input lain tetap, berarti harga sumber daya insani relatif lebih mahal dari input lain. Situasi ini mendorong pengusaha untuk mengurangi penggunaan sumber daya insani yang relatif mahal dengan input-input lain yang harga relatifnya lebih murah guna mempertahankan keuntungan yang maksimum.

Penerimaan upah merupakan sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja untuk pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan yang berguna untuk kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, upah yang diberikan ditetapkan sesuai. Menurut Undang-undang dan peraturan, upah dibayar atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya produksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi. Biasanya para konsumen akan memberikan respon yang cepat apabila terjadi kenaikan harga barang, yaitu mengurangi konsumsi atau bahkan tidak lagi

Previous
Next Post »
0 Komentar

.