PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA

Admin

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA


PENDAHULUAN 

Sekolah merupakan wadah pencerdasan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas yang dimaksud dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah kualitas guru selaku pendidik. Guru diharuskan untuk meningkatkan pengetahuannya untuk dapat melakukan perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran. Salah satu usaha yang bisa dilakukan oleh guru adalah melaksanakan kurikulum sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Departement Pendidikan Nasional. 

Keberhasilan atau kegagalan guru di dalam melaksanakan proses pembelajaran ditentukan oleh kemempuannya memilih metode dan melaksankannya dalam pembelajaran. Sering kali kita jumpai seorang guru yang telah menempuh jenjang pendidikan yang tinggi dan mempunyai pengetahuan luas namun tidak berhasil dalam mengajar. Hal ini bisa saja disebabkan oleh karena guru tidak menguasai metode mengajar. Metode mengajar menurut Werkanis, (2005) adalah cara yang digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan memudahkan peserta didik menerima bahan ajar atau materi pelajaran. 

Tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik dapat belajar secara optimal melalui proses pembelajaran, kualitas proses pembelajaran akan terlihat dari hasil belajar siswa. Jika hasil belajar tinggi bearti proses pembelajarannya baik, tetapi jika hasil belajar rendah berarti proses pembelajaran yang dilakukan belum optimal. Faktanya di kelas VI C SDN 004 Tembilahan Kota (tempat peneliti bertugas) nilai hasil ulangan siswa kelas VI C mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menunjukkan bahwa dari 23 orang siswa, hanya 9 orang (39,13%) siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 66,00 sisanya 14 orang (60,87 %) siswa dinyatakan gagal. Dengan adanya temuan tersebut peneliti mencoba memikirkan bagaimana cara untuk memperbaiki hasil belajar siswa kelas VI C SDN 004 Tembilahan tersebut. 

Penulis mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan adanya PTK maka kesalahan dalam proses pembelajaran dapat diperbaiki sehingga kesalahan tersebut tidak berlanjut dan diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat. Melalui hasil pengamatan, penulis mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran, terungkaplah bahwa beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran yaitu: (a) siswa kurang termotivasi terhadap materi pelajaran; (b) siswa kurang memperhatikan guru ketika sedang menyampaikan materi; (c) model, metode, dan media kurang bervariasi; (d) media/ alat peraga sering digunakan hanya sebagai selingan dalam proses belajar mengajar; dan (e) rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. 

Selain itu, diketahui juga penyebab rendahnya nilai siswa dan kurangnya perhatian siswa dalam belajar disebabkan oleh: (a) guru kurang memahami materi pelajaran yang disampaikan; (b) guru terlalu mendominasi pembelajaran tanpa melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar; (c) guru kurang berdialog dengan siswa; dan (d) guru masih memakai pola lama dalam proses mengajar sehingga siswa merasa jenuh. 

Mengacu pada latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI C Sekolah Dasar Negeri 004 Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan Kota tentang beberapa upaya pelestarian hewan dan tumbuhan agar tidah terjadi kepunahan?” 

Tujuan penelitian ini dalam penelitian ini adalah : 
  1. Meningkatkan pemahaman siswa tentang beberapa upaya pelestarian hewan dan tumbuhan agar tidah terjadi kepunahan. 
  2. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 
  3. Melakukan perubahan pada cara mengajar guru dengan lebih sering menggunakan media dalam proses pembelajaran 
  4. Memotivasi minat siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam 
Sebenarnya banyak sekali manfaat dari penelitian ini, tapi bila dirincikan dari objeknya maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 
  1. Bagi siswa dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar serta memotivasi siswa untuk materi berikutnya. 
  2. Bagi guru sebagai peneliti dapat meningkatkan kemampuan dalam mengajar dan juga sebagai acuan untuk melakukan tindakan lebih lanjut dalam lingkup yang lebih luas. 
  3. Bagi sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
Menurut Depdiknas (2003) “Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlangsung seumur hidup. Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk mengubah prilakunya”. Menurut Morgan (dalam Lie, 2006) mengatakan bahwa “Belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman. Salvin (dalam Lie, 2006) berpendapat bahwa “Belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman. (Purwanto, 1987). Ahmadi (1991) mengatakan bahwa “Belajar sebagai proses dimana tingkah laku yang timbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman dimana siswa dapat berinteraksi langsung dengan obyek belajar. Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus (kontinu) secara sadar serta berdasarkan pengalaman sehingga terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dengan menggunakan berbagai cara.

KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar

.