EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR

Admin
EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR

Kehadiran marketplace sekarang ini banyak membantu kebutuhan masyarakat. Apa saja ada di marketplace. Anda baru pindah rumah dan membutuhkan furniture penting, Anda bisa menemukan beragam variasi furnitur dengan harga yang bersaing. Tidak hanya furniture, ada pula kebutuhan primer seperti fashion, makanan hingga kebutuhan daily. Misalnya membeli tiket bioskop, membayar pulsa, bayar rekening PDAM hingga membeli pulsa. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan marketplace. Melihat betapa banyak aktivitas dihabiskan menggunakan marketplace sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, inilah yang membuat marketplace ini diburu. Tidak hanya oleh pengguna tapi juga investor. Antusias masyarakat semakin meninggi karena didukung infrastruktur yang memadai dan akses yang mudah. Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan nilai investasi di sektor pasar digital pada 2017 mencapai USD 5 miliar. Hal ini menjadikan marketplace sebagai sektor ekonomi yang paling diburu saat ini (Outletz.ID, 2018).
marketplace memiliki peran sebagai pihak yang mempertemukan antara penjual dengan pembeli pada website mereka. Beberapa situs e-commerce seperti Blibli dan Blanja merupakan contoh situs yang mengkurasi penjualnya. Adapula yang bebas membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi penjual, seperti elevenia, Tokopedia, dan Bukalapak. Model seperti inilah yang disebut dengan marketplace. Dengan mengusung konsep marketplace, e-commerce bisa berkembang dengan cepat. Akan tetapi konsep seperti ini juga dapat menjadi bumerang apabila tidak berhati-hati. Melihat manfaat dan keuntungannya yang luas, sudah tentu penggunaan marketplace akan banyak bermanfaat dan membantu tumbuh kembangnya pelaku usaha kecil yang memiliki produk berpotensi dan dibutuhkan oleh pasar. 

EFEKTIFITAS MARKETPLACE DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PEMASARAN DAN PENJUALAN PRODUK BAGI UMKM DI JAWA TIMUR
Berubahnya perilaku berbelanja penduduk Indonesia mulai tahun 2011 hingga sekarang membuat semakin pesatnya pertumbuhan marketplace di negara Indonesia. Konsumen cenderung menyukai belanja online karena cenderung lebih praktis, modern, dapat dilakukan setiap waktu tanpa harus susah melakukan mobilitas keluar rumah ketika membutuhkan barang yang diinginkan. Sudah tentu hal ini merupakan peluang bagus bagi sebagian besar pelaku usaha kecil untuk ikut berperan aktif dalam menawarkan barang dagangan mereka menggunakan marketplace di Indonesia. Tentunya kondisi ini memberikan peluang dan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha yang ingin menjajakan barang mereka pada marketplace yang telah memiliki reputasi bagus di Indonesia. Menurut pemaparan Handayani (2017) membahas mengenai peran e-commerce yang menunjang berkemban

gnya kegiatan perdagangan secara online memlalui keputusan pembelian yang dilakukan oleh konusmen, pada kesempatan lain Majid (2017) penerapan e-commerce di Indonesia dipandang dari sudut persepsi dan kepercayaan konsumen dalam melaksanakan transaksi secaca online pada beberapa marketplace terkemuka di Indonesia. Sedangkan Harlipan (2017) mengupas melalui penelitiannya tentang perbandingan interface antara dua kekuatan marketplace Indoensia yaitu Bukalapak dan Tokopedia dalam menunjang aktivitas belanja secara online. Dan yang terkahir adalah penelitian yang dilakukan oleh Sally (2017) mengenai nilai-nilai effort expectancy, trust, dan experience dalam menunjang satisfaction dan online repurchase intention pada konsumen mobile aplikasi Shopee di kota Surabaya


KLIK INI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA
Previous
Next Post »
0 Komentar

.